Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Flat, Hanya 2 Indeks Sektoral yang Berada di Zona Hijau

<h1 style=”text-align: center;”>Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Flat, Hanya 2 Indeks Sektoral yang Berada di Zona Hijau</h1>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih cenderung flat hingga akhir sesi kedua Selasa, 20 September 2022, menutup sesi di level 7.196,9, atau 0,02 persen lebih tinggi dari angka penutupan kemarin (7.195,4).</p>
<p>”Sebanyak 212 saham menutup sesi perdagangan hari ini di zona hijau, sementara 343 saham melemah, dan 173 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp13,2 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1,36 juta kali,” dinukil dari tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa sore.</p>
<p>Saham emiten pertambangan batu bara Grup Bakrie, Bumi Resources (BUMI) yang berhasil menutup sesi di titik Rp168 per saham setelah sempat jatuh ke titik ARBnya di Rp157 per saham, menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan di sesi perdagangan hari ini, dengan frekuensi perdagangan mencapai 100.708 kali, disusul SLIS (64.729 kali) dan SMDM (63.869 kali).</p>
<p>Dari segi volume, BUMI juga menjadi saham yang terbanyak diperdagangkan di sesi perdagangan hari ini, dengan volume mencapai 80,8 juta, disusul DEWA (17,9 juta dan GOTO (16,2 juta).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hanya dua indeks sektoral yang berhasil menutup sesi perdagangan hari ini di zona hijau; indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) (+0,94 persen) dan indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) (+0.36 persen).</p>
<p><br />Sementara itu <a href=”https://www.beritague.com/”>berita gue</a>, indeks sektor transportasi (IDXTRANS) menjadi indeks sektoral yang menutup sesi perdagangan hari ini dengan pelemahan paling dalam (-1,04 persen). Posisi kedua diisi oleh indeks sektor properti (IDXPROPERT) (-0,99 persen) dan indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) (-0,72 persen).</p>
<p>Lima besar top gainer hari ini (berdasarkan persentase kenaikan) adalah:<br />&bull; TAYS (+25 persen ke Rp350 per saham)<br />&bull; YPAS (+24,8 persen ke Rp780 per saham)<br />&bull; AKMI (+24,7 persen ke Rp424 per saham) <br />&bull; SMDM (+20,5 persen ke Rp422 per saham) <br />&bull; FPNI (+14 persen ke Rp390 per saham)</p>
<p>Lima besar top loser hari ini (berdasarkan persentase penurunan)<br />&bull; SUPR (-6,9 persen ke Rp44.600 per saham)<br />&bull; AYLS (-6,9 persen ke Rp94 per saham)<br />&bull; ITMA (-6,9 persen ke Rp945 per saham) <br />&bull; LEAD (-6,9 persen ke Rp81 per saham) <br />&bull; FIRE (-6,8 persen ke Rp176 per saham)</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2 style=”text-align: center;”>BI Naikkan Suku Bunga 50 Basis Poin, IHSG Perkasa</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita terkini di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. BI akhirnya kembali mengerek suku bunga 50 basis poin.</p>
<p>Berita selanjutnya indeks harga saham (IHSG) menguat setelah BI mengumumkan kenaikan suku bunga. IHSG bertengger ke level 7.209,53.</p>
<p>1. Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin jadi 4,25 persen, Ini Sebabnya</p>
<p>Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps). Keputusan ini merupakan hasil rapat dewan gubernur (RDG) yang dilaksanakan pada 21-22 September 2022.</p>
<p>Dengan demikian, suku bunga acuan kini bertengger di level 4,25 persen dari bulan lalu di level 3,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit facility juga naik 50 bps menjadi 3,50 persen, dan suku bungan lending facility naik 50 bps menjadi 5 persen.</p>
<p>”Sebagai langkah front loading, preepmtive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memasitkan inflasi inti kembali ke sasaranya 3 persen plus minus 1 persen pada paruh ke dua pada 2023,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis, 22 September 2022.</p>
<p>Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar keuangan di dalam negeri. Salah satunya adala konom senior Bank DBS Indonesia, Radhika Rao, yang telah memperkirakan BI bakal mengerek suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada rapat Dewan Gubernur BI hari ini. Ekspektasi itu lebih tinggi dari pelaku pasar lain yang memperkirakan kenaikan suku bunga hanya 25 basis poin.</p>
<p>”Tapi ada kemungkinan yang sangat tinggi mereka menaikkan menjad 50 basis poin,” kata Radhika di kantor DBS, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.</p>
<p>&nbsp;</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.